Tampilkan postingan dengan label alat optik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat optik. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

kacamata lengkap

Pengertian Kacamata dan Soflent menurut Tokoh/Para Ahli

Pengertian Kacamata menurut Tokoh/Para Ahli

* Kacamata adalah alat bantu penglihatan bagi manusia yang berupa kaca yang mempunyai ukuran lensa dan mempunyai berbagai macam model dan bentuk.

Benjamin Franklin, seorang ilmuwan Amerika, pada tahun 1784 berhasil menemukan kacamata bifokal yaitu kacamata yang dapat dipergunakan untuk melihat baik untuk jarak jauh maupun jarak dekat.

Pengertian Soflent menurut Tokoh/Para Ahli

* Soflent adalah alat bantu penglihatan bagi manusia yang berupa plastik yang berbentuk bulat cembung.

Adolf Eugen Fick, seorang ahli fisika Swiss, pada tahun 1887 menemukan lensa kontak yang dapat dipakai untuk mengatasi gangguan pada penglihatan.

di tahun 1935 ditemukan PMMA atau polymethilmethacrylate, sejenis bahan plastik lentur dan memungkinkan untuk dibuat sebagai bahan dasar lensa kontak.

William Feinbloom, seorang ahli optometri Amerika Serikat membuat lensa kontak yang berbahan campuran PMMA ini dengan gelas pada tahun 1936, dan lensa ini bisa dipakai menutup mata pada bagian sklera. Akan tetapi, pada perkembangannya, PMMA tidak lagi dipergunakan karena zat ini tidak dapat melalukan udara/oksigen dari luar ke dalam mata. 


Manfaat kacamata pasti semuanya pada udah kenal sama alat bantu penglihatan ini. ya, sebenarnya kacamata digunakan untuk membantu seseorang yang memiliki kekurangan dalam panca indera penglihatan mereka.
deviation ducati series
deviation ducati series
Namun, seiring berjalannya waktu, Manfaat kacamata berkembang dari yang hanya sebagai alat bantu kini menjadi sebuah trend. jenis dari Manfaat kacamata pun bervariasi, akan tetapi pada dasarnya Manfaat kacamata hanya memiliki 2 jenis atau type yaitu :
1. Manfaat kacamata biasa
2. Manfaat kacamata dengan lensa tertentu
Manfaat kacamata biasa adalah kacamata yang memiliki kaca berupa sebuah kaca biasa yang tidak berpengaruh pada mata. maksudnya, si pemakai yang menggunakan kacamata ini biasanya hanya untuk pelengkap style atau penampilannya saja.
Manfaat kacamata lensa atau bisa juga dikatakan kacamata Terapi adalah kacamata yang memiliki lensa tertentu sesuai dengan kebutuhan penglihatan. dalam hal ini, biasanya si pemakai kacamata memang membutuhkan kacamata untuk membantunya dalam menyempurnakan penglihatannya dikarenakan mungkin si pemakai mempunyai penyakit mata seperti mata minus, rabun dan sebagainya.
Selain itu manfaat dari kacamata sebagai pelindung mata dari Ultraviolet, sebagai contoh Model Kacamata polarized merupakan kacamata yang di design khusus untuk mereduksi cahaya yang menyilaukan serta mempertajam kontras. Polarized merupakan filter khusus yang ditambahkan ke dalam lensa kacamata, yang dapat mereduksi pantulan cahaya dari objek tertentu serta cahaya yang menyilaukan mata. Popularitas kacamata polarized semakin meningkat semenjak para pecinta olahraga luar ruang seperti peselancar, pemancing dan pendaki menyadari manfaat dari kacamata ini. Kacamata polarized sangat efektif mereduksi pantulan cahaya dipermukaan air dan kaca, oleh karena itu kacamata ini sangat populer di kalangan para pemancing.

Kamera: bagian-bagian dan fungsinya lengkap, jenis-jenis kamera

I. Kamera

Kamera adalah sebuah alat yang mengarahkan bayangan yang difokuskan oleh lensa/sistem optik lain keatas permukaan foto sensitif yang berada dalam tempat tetutup/ film. Dilihat dari jenisnya, kamera ada 2 macam yaitu:
  1. Compact Camera,yaitu kamera yang pemakaiannya langsung melihat obyek yang difoto tanpa melalui lensa pengatur.
  2. Single Lens Reflex(SLR),yaitu kamera yang cara kerjanya dengan bayangan benda yang dilihat lalu di pantulkan oleh cermin yang terdapat didalam kamera, sehingga dengan jenis ini obyek tidak dapat dilihat jika lensa dalam keadaan tetutup.
Kelebihan Dan Kelemahan “Compact Camera”
#Kelebihan:
  • Gambar yang dihasilkan cukup terang meskipun cahayanya minim.
  • Bentuk kecil, ringan dan kompatibel
  • Otomatis penuh sehingga sesuai untuk pengambilan dimana saja.
  • Kamera tidak memakai cermin didalam dan suaranya tidak berisik.
  • Bisa dioperasikan dengan menggunakan flash (blitz).
#Kelemahan:
  • Flash yang built in pada body kamera bisa menyebabkan foto yang dihasilkan menjadi red eyes reduction.
  • Karena obyek yang difoto di lihat melalui view vinder yang terpisah dari lensa sehingga ada kemungkinan pengambilan gambar pada saat lensa tertutup.
  • Pengaruh pemakaian filter tidak tampak jika di lihat dari view vinder.
  • Karena lensa menjadi satu dengan body kamera maka lensa tidak dapat di ganti dengan jenis yang lain.
  • Paralax Error, yaitu ketidaksesuaian gambar yang dihasilkan dengan yang dilihat melalui view vinder.
  • Tidak bisa untuk pengambilan gambar Close up.
Kelebihan dan Kelemahan Kamera SLR
#Kelebihan:
  • Komposisi dapat lebih tepat.
  • Pengaturan fokus dan jarak dapat lebih teliti karena cahaya diukur melalui lensa.
  • Karena banyaknya kepingan lensa yang dipakai, maka lebih mudah pengaturan fokus dengan menggerkkan “focussing ring” kedepan dan kebelakang.
  • Lensa dapat dengan mudah di lepas dan di ganti dengan lensa yang lain sesuai dengan kebutuhan.
#Kelemahan:
  • Suara yang dikeluarkan pada saat di operasikan lebih berisik.
  • Karena komponennya kompleks maka sering mengakibatkan kegagalan dalam pengambilan gambar.
  • Harga jauh lebih mahal.
  • Sinkronisasi flash di batasi hanya pada skala shutter speed.

Bagian Body Kamera dan Fungsinya

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa bagian kamera yang penting adalah body kamera dan lensa. Pada body kamera jenis SLR dan TLR tedapat beberapa komponen dan fungsinya sebagai berikut:
1.View Finder (jendela pengintai) fungsinya untuk melihat obyek yang akan difoto.
2. Shutter speed (skala kecepatan), untuk mengatur kecepatan membuka dan menutupnya rana.
3.Rana fungsinya membuka dan menutup untuk mengambil cahaya yang dibutuhkan dai kamera ke obyek pada saat shutter release ditekan.
4.Diafragma fungsinya untuk mengontrol atau mengatur ruang tajam pencahayaan.
5.Skala penunjuk ASA film, fungsinya untuk menunjukkan ASA film yang dipakai.
6.Shutter Release (tombol penembak), fungsinya untuk menembak secara manual.
7.Self Timer (penunda waktu), fungsinya untuk menangguhkan waktu pengambilan obyek yang akan difoto.
8.Pengokang (tuas untuk memajukan film), fungsinya untuk menggeser film yang telah dicahayai.
9.Tuas untuk menggulung film.
10.Lubang untuk memasukkan kabel sinkronisasi, untuk menggabungkan kamera dengan flash.
11.Tombol pelepas rana.
12.Hot Shoe (sepatu panas), fungsinya untuk menempatkan flash.
13.Film Counter (penunjuk film yang telah dipakai).
14.Tempat baterai untuk kamera.
15.Tombol atau pengait penggulung film, fungsinya untuk menggulung film.
16.Tombol pelepas film.
17.Cermin, fungsinya untuk membuka dan menutup pada saat shutter release ditekan.
18.Pengait film.
Pada jenis kamera kompak bagian-bagiannya tidak selengkap dan sekomplek komponen-komponen pada kamera SLR dan RLT.

II. Lensa Kamera

Kamera yang dipakai untuk keperluan lebih serius akan lebih baik menggunakan jenis kamera SLR. Dengan sistem ini akan lebih mudah untuk dapat mengganti lensa sesuai dengan yang diinginkan. dan muncullah berbagai jenis lensa yang dikelompokkan menurut luas sudut pengambilan gambar.
1. Lensa Sudut Lebar (Wide)
a. Ultra Wide (15,18,20mm)
Daya jangkau cukup dan ruang tajamnya cukup besar. Banyak digunakan untuk foto pemandangan, jurnalistik, arsitektur. Kekurangannya bila belum menguasai prospektif dan komposisi obyek akan tampak kecil sekali dalam gambar.
b. Medium Wide (24,28,35mm)
Dipakai untuk interior juga arsitektur.
2. Lensa Datar
Lensa (50mm) kekuatan lensanya cukup tingi. Rancangan lensanya normal memang dibuat seperti layaknya pandangan mata kita, maka banyak digunakan untuk foto dokumentasi.
3. Lensa Tele
lensa dengan jangkauan jauh, agar benda di kejauhan tampak dekat.
-Medium Tele : 85,105,135,200mm
-Super Tele : 300,400,600,800,900,2000mm.
4. Lensa Vario (zoom)
Lensa yang mempunyai variasi panjang yang dapat diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.
-Wide-Wide : 17-18,20-35mm.
-Wide-Normal : 35-70,28-70,24-70mm.
-Wide-Medium tele : 28-85,28-200mm.
-Medium-Super tele : 80-200,600-1200mm.
-Wide-Super tele : 35-350mm.
5. Lensa Konventer
Sebuah lensa yang dapat meningkatkan kekuatan dan panjang lensa menurut angka pelipatnya. Sebagai contoh, lensa konventer 2x 200mm dapat menambah kekuatan lensa 200mm menjadi 400mm.

III. Flash (Lampu Kilat)

Yang dimaksud dengan lampu kilat adalah cahaya buatan yang dihasilkan oleh suatu alat yang bertujuan untuk memberikan penyinaran saat cahaya alami tidak mampu melakukannya atau sebagai pelengkap/pendukung cahaya alami.
a. Flash bulb
Flash bulb terdiri dari lim kawat magnesium kawat besi dalam ruangan berisi oksigen pekat. Lampu kilat jenis ini dinyalakan oleh suatu aliran atau getaran singkat pada waktu bersamaan atau sesaat atau pengatur cahaya dibuka. Pada sebuah flash bulb terdapat 4 bola lampu hanya dapat digunakan dalam satu kali pemakaian.
b. Elektronik Flash
Yaitu lampu kilat dimana terdapat baterai sebagai kapasitor/kondensator yang menyimpan tenaga listrik, kemudian mengeluarkannya untuk memicu cahaya kilat. Dan pada lampu kilat elektronik terdapat sebuah sensor yang mengukur cahaya dari lampu kilat sesuai dengan kadar pencahayaan yang di butuhkan. Lampu jenis ini lebih efisien, karena dapat dipakai berulang-ulang.
c. Multiple Flash
Yaitu suatu lampu kilat yang dapat menyala ratusan kali pada tiap detiknya. Lampu kilat ini dapat digunakan untuk merekam pergerakan yang terjaddi pada obyek bergerak dan menganalisa fenomena dengan kecepatan tinggi.
d. Stroboscope
Adalah sebuah alat yang menghasilkan atau menggunakan pulsa-pulsa cahaya yang cemerlang untuk obyek yang bergetar, berputar dan untuk membuat obyek tersebut seperti tidak bergarak/bergerak sangat lambat.

IV. Accessories

Pada pemotretan yang baik ada kalanya di butuhkan beberapa perangkat tambahan untuk lebih menyempurnakan hasil gambar yang diperoleh.
A.Filter
Filter merupakan lensa tambahan yang berfungsi sesuai dengan jenisnya masing-masing diantaranya :
  • Filter Monocrome, berfungsi untuk menguatkan suatu nada warna pada obyek yang sesuai dengan filternya. Contoh, filter Monocrome warna merah.
  • Filter Ultraviolet, berfungsi untuk menghilangkan efek dari sinar ultra violet.
  • Filter Skylight, yaitu berfungsi merubah warna ultra violet menjadi warna magenta.
  • Filter Konversi, berfungsi untuk menghilangkan warna dari obyek atau efek suatu pencahayaan menjadi warna asaknya.
  • Filter Polarizing, berfungsi untuk menjernihkan pandangan (menghilangkan pantulan cahaya, membirukan warna langit dan menjernihkan air).
  • Filter Gradual, berfungsi untuk membuat efek gradasi warna pada obyek.
  • Filter Diffuser, berfungsi untuk melembutkan pandangan.
  • Filter Close Up, berfungsi untuk memotret obyek yang kecil.
B.Penyangga
a. Tripod, penyangga kamera yang memiliki tiga kaki.
b. Monopot, penyangga kamera yang memiliki satu kaki.
c. Ligt Stand, penyangga lampu-lampu yang umumnya dipakai di studio.
d. Handkett, penyangga tubuh yang menempel pada kamera.
C.Kabel Release
Kabel bertombol yang berfungsi sebagai perpanjangan dari tombol shutter.
D.Back Ground
Latar belakang yang digunakan dalam pengambilan gambar/obyek.

V. Slave Unit

Sensor pemicu lampu-lampu kilat yang pulsa-pulsanya bekerja atas rangsangan cahaya lampu kilat lain.

VI. Light Meter

Alat pengukur kekuatan cahaya didalam kamera secara elektronik

VII. Reflektor

Alat yang befungsi sebagai pemantul cahaya.

VIII.Flash meter

Fungsinya alat ini untuk mengukur kekuatan cahaya flash secara eklektronik.

IX. Soft box

Fungsinya untuk melembutkan cahaya.

X. Slide Proyektor

Fungsinya untuk menampilkan film positif pada layar.

XI. Hand Kad

Fungsinya sebagai pemegang kamera dan menempatkan flash.

XII. Film

Adalah suatu plastik yang dilapisi emulsi, emulksi tersebut tersusun atas pelatin dan partikel garam yang peka cahaya
a. Menurut ukurannya
· Film Mikro :28×24 mm, 26×24 mm
· Film Standart :35×24 mm
· Film Format Sedang :4,5×6,7, 6×9 mm
· Film Format Besar :24×18, 12×9 mm
b. menurut kepekaan (ISO) mempunyai satuan ASA (America Standart Association) dan DIN (Deutsch Industrie Norm)
· ISO Rendah :3-5(ASA)-15-18(DIN)
· ISO Sedang :64-200(ASA)-21-24(DIN)
· ISO Tinggi :400-800(ASA)-27-30(DIN) dst
c. menurut warna dasarnya
tiap jenis dan kategori film mengacu pada warna dasar yang menyusun setiap warna pada film itu sendiri
  • Film hitam putih (B/W), memiliki warna dasar hitam
  • Film warna (colour, memiliki tiga warna dasar yaitu film negatif warna kuning, magenta, cyan
  • Film slide (film positif), warna dasarnya biru, merah, hijau
d. film khusus
  • Film instan, yang bisa disebut polaroid
  • Film infra merah, dipakai untuk pemotretan dalam ruang gelap
  • Film X-Ray, dipakai untuk keperluan kedokteran ex. Rongen atau pemeriksaan logam

semua tentang mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda renik (sangat kecil) supaya terlihat lebih besar








 JENIS MIKROSKOP :

Mikroskop Biasa
Mikroskop monokuler
Mikroskop Elektron




BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP :





·        Lensa Okuler
·        Tabung Mikroskop
·        Tombol pengatur fokus kasar
·        Tombol pengatur fokus halus
·        Revolver
·        Lensa Objektif
·        Lengan Mikroskop
·        Meja Preparat
·        Penjepit Objek Glass
·        Kondensor
·        Diafragma
·        Reflektor/cermin
·        Kaki Mikroskop



Fungsi Dari Bagian Mikroskop : 


1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
3. Tombol pengatur fokus kasar
Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat
4. Tombol pengatur fokus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat
5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
9. Penjepit Objek Glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop
11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
13. Kaki Mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.



CARA KERJA : 


    Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.

    Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.

    Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.



SIFAT BAYANGAN 

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.

seputar mikroskop

 Seputar Mikroskop

Mikroskop merupakan alat bantu penglihatan untuk mengamati objek berukuran renik sehingga objek kelihatan lebih besar dan jelas. Mata telanjang hanya dapat memisahkan dua buah titik berdekatan yang berjarak 10–3 – 10–1 mm. Dengan bantuan lup, anda dapat memisahkan dua buah titik berdekatan yang berjarak 10–4 – 10–2 mm. Jika anda mengamati objek dengan mikroskop optik, dua buah titik yang berjarak 10–6 – 10–4 mm. Jadi sebuah sel yang berukuran 1/100.000 mm dapat anda amati dengan mikroskop optik.
Mikroskop mula-mula dikembangkan oleh Antonie Van Leuwenhoek (1632–1723). Mikroskop pertama ini susunannya masih sangat sederhana, yaitu hanya terdiri dari sebuah lensa cembung. Perbesaran yang dihasilkan maksimum 300 kali. Mikroskop modern disusun minimal oleh dua buah lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Di laboratorium anda akan menjumpai lensa objektif dan lensa okuler bukan berupa lensa tunggal, tetapi berupa susunan lensa. Perbesaran yang dihasilkan mikroskop optik modern mencapai 1.250 kali.
Saat ini telah dikembangkan berbagai jenis mikroskop untuk berbagai keperluan. Mikroskop yang tersedia di laboratorium sekolahmu biasanya berupa mikroskop cahaya biasa. Mikroskop
jenis yang lain misalnya mikroskop stereo (mempunyai dua okuler, sehingga dapat diamati dengan dua mata), mikroskop fotografi (dilengkapi dengan kamera untuk memotret), mikroskop fase (untuk mengamati struktur mineral), mikroskop ultraviolet (menggunakan sumber cahaya ultraviolet), dan mikroskop elektron (menggunakan berkas elektron sebagai pembawa citra gambar. Dengan mikroskop elektron, perbesaran yang diperoleh dapat mencapai 100.000 kali. Perhatikan Gambar 6.16 Mikroskop cahaya memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
Gambar 6.16 Mikroskop cahaya dan bagian-bagiannya.

Gambar 6.16 Mikroskop cahaya dan bagian-bagiannya.

1. Tubus/tabung mikroskop, berupa tabung kosong yang dapat dinaik-turunkan untuk mengatur fokus.
2. Lensa objektif, terletak di bagian bawah tabung mikroskop. Berfungsi untuk menghasilkan bayangan benda yang sedang diamati. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 5x, 10x, dan 12,5x.
3. Lensa okuler, terletak di bagian atas tabung mikroskop. Fungsinya untuk memperbesar bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Lensa ini tersedia dalam berbagai ukuran pembesaran, biasanya 4x, 10x, 40x, dan 100x.
4. Revolver, adalah alat yang dapat berputar untuk memilih ukuran lensa objektif yang akan digunakan.
5. Makrometer (tombol pengatur kasar), adalah tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan cepat.
6. Mikrometer (tombol pengatur halus), adalah tombol pengatur fokus bayangan dengan menaik-turunkan tabung mikroskop dengan jarak pergeseran yang lebih rapat dibandingkan makrometer.
7. Lengan mikroskop, merupakan bagian yang dipegang ketika mikroskop akan dipindahkan.
8. Meja preparat, tempat meletakkan preparat yang akan diamati.
9. Penjepit objek, yaitu penjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika sedang diamati.
10. Diafragma, berupa lubang yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang dibutuhkan dalam pengamatan.
11. Kondensor (pemusat cahaya), terdiri dari seperangkat lensa yang berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya.
12. Cermin, berfungsi untuk mengarahkan cahaya agar dapat masuk diafragma dan kondensor. Biasanya tersedia dua cermin (permukaan datar dan cekung). Kedua cermin dapat  dipakai bergantian sesuai dengan kondisi cahaya ruangan.
Pada ruangan yang terang cukup menggunakan cermin yang datar, namun bila cahaya ruangan redup dapat digunakan cermin cekung. Ada juga jenis mikroskop yang menggunakan sumber cahaya dari lampu listrik, sehingga pengamatan tidak tergantung pada kondisi pencahayaan ruangan.
13. Kaki mikroskop, merupakan bagian paling bawah yang berfungsi untuk mengokohkan kedudukan mikroskop. 

Anda harus belajar menggunakan mikroskop secara benar agar dapat bekerja dengan aman. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan mikroskop cahaya adalah sebagai berikut.
1. Membawa mikroskop dengan cara tangan kanan memegang bagian lengan mikroskop dan tangan kiri memegang kaki mikroskop.
2. Letakkan mikroskop di tempat yang datar, kering, dan memiliki cahaya yang cukup.
3. Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang.
4. Putar revolver untuk memilih lensa objektif dengan perbesaran paling kecil.
5. Putar makrometer untuk menjauhkan lensa objektif dengan meja mikroskop.
6. Aturlah diafragma agar lensa mendapatkan cahaya yang cukup.
7. Aturlah cermin yang sesuai dengan kondisi cahaya ruangan.
Cermin datar digunakan jika kondisi ruangan cukup terang, sedangkan cermin cekung digunakan saat kondisi ruangan kurang cahaya (redup).
8. Siapkan preparat yang akan diamati, letakkan pada gelas benda di atas lubang meja mikroskop, kemudian kokohkan dengan penjepit objek.
9. Putar makrometer perlahan-lahan sehingga lensa objektif berada pada posisi terdekat dengan meja mikroskop.
10. Amati preparat melalui lensa okuler sambil memutar makrometer untuk menemukan bayangan. Untuk mengatur fokus, gunakan mikrometer sehingga diperoleh bayangan yang jelas.
11. Jika letak preparat belum tepat, gelas benda dapat digeser dengan lengan yang berhubungan dengan penjepit. Jika tidak tersedia, preparat dapat digeser secara langsung.
12. Gunakan perbesaran lensa objektif yang lebih kuat untuk mengamati preparat dengan lebih jelas.
Untuk memperkirakan ukuran benda sebenarnya, anda dapat menghitungnya dari perbesaran mikroskop. Objek yang diamati mengalami dua kali proses perbesaran, yaitu perbesaran oleh lensa objektif dan lensa okuler. Jika anda menggunakan lensa objektif dengan perbesaran 10×, maka benda yang diamati diperbesar oleh lensa objektif 10× dari ukuran aslinya. Bayangan yang dihasilkan lensa objektif akan diperbesar lagi oleh lensa okuler. Misalnya bila pada mikroskop itu dipasang lensa okuler dengan pembesaran 10×, maka akan diperoleh bayangan akhir yang diperbesar 100×. Jadi pembesaran yang sampai pada mata = perbesaran lensa objektif × perbesaran lensa okuler.

seputar teropong

Pengertian Teropong
Teropong atau Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh seperti gunung dan bintang agar tampak lebih dekat dan jelas. Meskipun teropong sudah digunakan sejak abad ke – 17 namun sampai sekarang tidak seorang pun yakin siapa yang pertama kali menemukan teropong. Memang pada tanggal 2 oktober 1608 Hans Lippershey pernah mecoba mempatenkan teleskop yang dibuatnya, tetapi ditolak oleh dewan penilai. Kemudian pada tahun 1609 Galileo membuat sebuah teleskop yang sekarang dikenal dengan sebutan teropong panggung. Setelah itu ia membuat banyak macam teleskop dan mendapatkan banyak penemuan dalam bidang astronomis yang membuatnya terkenal. Teropong dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
  1. Teropong Bias, yang terdiri dari beberapa lensa
  2. Teropong pantul, yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa
Teropong Bias
Teropong bias menggunakan lensa sebagai obyektif untuk membiaskan cahaya. Beberapa contoh teropong bias adalah :
  1. Teropong bintang atau teropong astronomi
  2. Teropong bumi
  3. Teropong panggung
  4. Teropong prisma atau binokuler
Teropong Bintang
Teropong bintang atau teropong astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teropong bintang menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, pada teropong jarak focus lensa obyektif lebih besar dari jarak focus lensa okuler.
Teropong Bumi
Teropong bumi yang disebut juga teropong medan atau teropong yojana menghasilkan bayangan akhir yang tegak terhadap arah benda semula. Hal ini dapat diperoleh dengan menggunakan lensa cembung ketiga yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Lensa cembung ketiga hanya berfungsi membalik bayangan tanpa perbesaran, oleh karena itu lensa ini disebut lensa pembalik.
Teropong panggung atau Teropong Galilei

Teropong panggung atau teropong Galilei disebut juga teropong Belnada atau teropong tonil. Teropong ini menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua buah lensa, lensa positif sebagai lensa obyektif dan lensa negatif sebagai lensa okuler.
Teropong Prisma

Penggunaan lensa pembalik untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teropong bumi menjadi relative panjang. Untuk menghindarinya maka lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Prisma-prisma tersebut digunakan untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan sempurna.

Total Tayangan Halaman

Translate

Pengikut